Monday, May 7, 2007

hati-hati lontong

suka makan lontong? itu lho beras yang dimasak padat, bisa pakai pembungkus daun atau plastik. nah, jika anda sedang berada di batam, seyogyanya bisa menempatkan kata lontong dengan tepat.

di warung nasi, silakan anda pesan lontong tahu, lontong sayur, lontong pedas atau lontong plus piringnya. harganya pasti tak mahal, ya standar dengan bahan-bahan yang dipakai untuk membuatnya.

tetapi jika anda tengah menikmati suasana sebuah tempat hiburan, lalu ada yang menawarkan lontong, kebetulan peruta anda pun lapar, sebaiknya jangan langsung mengangguk dulu. sebab .... di batam lontong bisa menunjukkan sebuah benda seperti yang aku sebut di atas, bisa juga perempuan muda yang tugasnya mengenyangkan nafsu syahwat anda. jadi jangan heran kalau di atas bussway di batam dua penumpang di depan anda sibuk diskusi tentang lontong bersepatu.

penasaran? lanjut....

Friday, May 4, 2007

pilihan di tangan anda

mau jadi orang alim di batam? ada tempatnya.
mau jadi orang setengah alim di batam? juga ada tempatnya.
mau jadi orang rusak di batam? lebih banyak lagi tempatnya.

penasaran? lanjut....

one for all

wus baru saja sebuah kendaraan menyalip dari sebelah kananku. sudah gerimis, harus cepat ke kantor, eh kena ciprat air kotor jalanan gara-gara ulah pengendara motor ugal-ugalan. masih kuingat jelas plat nomornya, maksudku kalau nanti pas aku di samping kanan dia dan lagi hujan biar kucipratin sekalian, he he he. baru saja berpikir, wus sebuah sepeda motor lain merek melakukan hal sama. nah, yang bikin aku bingung kok plat nomornya sama persis.

itu hanya tulisan rekaan, aku sendiri tak pernah memperhatikan apakah ada plat nomor kendaraan yang sama untuk pemilik dan jenis kendaraan berbeda. apa yang tak mungkin di batam? sekadar tahu, batam punya kantor samsat baru dengan teknologi online (katanya sih ngadopsi dari sidoarjom jawa timur). jelas lebih bagus.

berita nggak bagusnya? ealah, ternyata dari hasil pengecekan di samsat banyak kendaraan bermotor memiliki nomor polisi yang sama. barang curian? eit, belum tentu. usut punya usut rupanya itu hasil kerja orang-orang samsat lama yang seenaknya sendiri membuat nomor polisi kendaraan-kendaraan bermotor baru. lha yang beli jelas nggak protes lha wong nggak tahu, toh dalam hati juga bilang gini, masak sih plat nomorku nanti sama?

nah, sejak pakai sistem online ini pemilik kendaraan bermotor yang akan membayar pajak was-was. saat aku di kantor samsat, wajah-wajah pemilik kendaraan bermotor yang nomor polisinya sama menunjukkan raut kecut, marah, jengkel dan sebagainya campur aduk. protes ke dealer, orang dealer bilang itu urusan samsat. nanya samsat, jawabannya itu peninggalan seniornya (sejumlah pegawai samsat dibui karena nggangsir duit negara).

kok bisa, ya...

penasaran? lanjut....

Usulan Guinness Book of Record

kemarin malam aku lihat berita televisi, greenpeace usul gimana kalo indonesia masuk catatan rekor dunia sebagai negara penghancur hutan tercepat di dunia. kabarnya, pigah guinness book of record memberi lampu hijau meski menteri kehutanan pak ka'ban bilang usulan greenpeace itu gak berdasar.

kalau indonesia gak bisa masuk, gimana kalo batam aja yang dimasukkan meskipun kategorinya tentu bukan sebuah negara. masalahnya menurutku gak ada lagi hutan yang benar-benar hutan. rimbun memang, tetapi di dalamnya ada proyek, pabrik atau perumahan. ada plang hutan wisata atau hutan lindung, kondisinya juga tak jauh berbeda. satu persatu dam sebagai wadah air lenyap karena hutan sekelilingnya sudah rusak.

kalo sudah begini, tanya kenapa...

penasaran? lanjut....

ya beginilah template pemberian | Elque 2007