Monday, July 14, 2008

terminal = pusat spare parts motor bekas

jika ada terminal lainnya di batam, terminal pintu tiga mukakuning paling dikenal. bukan saja oleh supir, tetapi juga pemilik sepeda motor. apakah anda ingin menyangkal dengan pertanyaan seperti ini: nulis blog kok ngawur, mana ada sepeda motor kok dibuatkan terminal?

cobalah sejenak melihat suasana terminal yang dari pertama dibangun tetap senyap ini. tak ada kerumunan calon penumpang, teriakan para kondektur apalagi genjrengan gitar pengamen jalanan. kalau di terminal sesekali ada metrotrans masuk lalu bayar retibusi, pasti bukan sesuatu yang aneh bagi anda. beda kalau di terminal pintu tiga ini, paling mencolok justru spare part sepeda motor berbagai jenis dan kondisi. barang ini dijual menempati beberapa los kios sekaligus. di sampingnya ada bengkel sepeda motor.

lengkap memang. dari baut kecil sampai velg racing sepeda motor bekas pakai dengan mudah dapat ditemukan di sini. hasilnya, tempat ini cukup dikenal bagi pemilik sepeda motor yang suka berburu spare part untuk kendaraannya. kabarnya sih usaha ini dibekingi aparat. sempat juga dikabarkan di koran lokal dan dibantah pihak yang terkait. ah, entahlah. yang jelas ada pemandangan menarik juga jika anda pagi-pagi, khususnya jam berangkat kerja, sejumlah pegawai dinas perhubungan berseragam lengkap menghadang metrotrans beberapa meter sebelum pintu masuk terminal. soalnya para supir lebih suka nyelonong, memangkas jalan menuju kawasan industri daripada masuk terminal, bayar retibusi baru bisa masuk kawasan industri.

bagi penjual spare part bekas tadi, insting bisnisnya bagus. ia tahu terminal ini dekat kawasan industri dengan ribuan karyawan. jika 10 persennya saja pengguna sepeda motor tentu harapan untuk meraup untung terbuka lebar. apalagi lalu lintas sepanjang mukakuning - pancur kadang semrawut, ditambah jalan satu jalur. ia menjual barang yang tepat, cuma tempatnya yang salah. gara-gara terminal ini juga saya sempat ketawa-ketawa sendiri saat membawa anak balita saya jalan-jalan. selama ini saya jelaskan terminal adalah tempat transit bis atau metrotrans. saat melintas ia bertanya: ayah, katanya terminal banyak mobil kok yang ada orang jual itu?

anak saya bertanya sambil menunjuk kios spare part.

penasaran? lanjut....

pasti permennya lebih manis, jika...

tiba-tiba kasir di sebuah pusat belanja terkenal di komplek panbil mukakuning itu merobek sebungkus permen. aku yang menunggu kembalian uang belanja sebenarnya tak tertarik dengan permen itu. pikirku, ah mungkin si kasir melayani pembeli dengan permen di mulutnya. biar terlihat manis. ups salah, rupanya beberapa bungkus permen diberikan kepadaku, sekalian beberapa lembar uang kembalian belanja.

karena belanjaku memang tak banyak, seingatku kembalian uang belanja sekian ribu tiga ratus rupiah. nah, yang tiga ratus itulah yang serta merta diganti dengan permen-permen tadi. di depan antrean pembeli lain, aku harus berpikir cepat. ah, daripada nanyain permen terus antrean di belakang saya ngedumel dan nggerundel (ngomel - jawa), saya segera beranjak.

sungguh, ketika permen-permen itu memasuki mulutku rasanya tetap manis. cuma saya memimpikan hal ini: ketika uang tiga ratusan itu memang tak ada, si kasir berkata seperti ini "maaf uang tiga ratusnya sedang kosong, apakah tak keberatan saya ganti dengan permen?'. he he he, kok manis sekali ya dunia ini jika contoh-contoh seperti itu dilakukan semua orang untuk kasus yang berbeda. meski permen yang tersisa secuil di mulut saya terasa manis, pasti lebih manis lagi ketika diserahkan dengan kalimat tadi.

tetapi saya juga manusia kok. ketika melihat sebenarnya ada tumpukan uang seratusan logam di laci kasir, sebenarnya ya dongkol juga. tetapi sudahlah, paling tidak dengan beberapa permen tadi jumlah rokok yang kuhisap tak sebanyak hari biasanya. kebetulan sebelumnya seseorang mengirimkan sms kepada saya seperti ini: asw, masih ngerokok? bisa gak tiga batang sehari, masing-masing sehabis makan. pasti ada manfaatnya...

penasaran? lanjut....

Friday, July 11, 2008

bukan cuma rocker yang manusia

selamat, akhirnya ada bus khusus karyawan. paling tidak ada secercah harapan bagi karyawan perusahaan. saya tak ingin mengupas pengelola bus yang kabarnya ngaku masih merugi. bagi saya melihat sisi manusianya lebih menggugah rasa.

jujur saja, saya liburan ke jawa saat hari pertama bus karyawan dioperasikan. tadi siang kebetulan saya muter-muter pakai motor dari bengkong menuju sungai panas melewati seraya. di sebelah kiri, sebuah papan berwarna putih (semoga warnanya benar) dengan tulisan warna biru: halte bus karyawan. saya jadi ngeh, oh ternyata bus karyawan sudah dioperasikan. saya kok mikirnya cupet banget (maaf kalau berbeda dengan anda), lha wong halte kok cuma ditandai dengan papan bertiang seperti itu. lha kalau karyawan yang nunggu kehujanan atau kepanasan bagaimana?

memang sih, saya belum melihat halte bus karyawan di tempat lain. yang menggugah penasaran kebetulan yang di seraya tadi, karena saya melihatnya langsung. saat melintas kok tiba-tiba saya teringat teriakan candil (seurieus band) yang begini nih: rocker juga manusia, punya rasa punya hati jangan samakan dengan pisau belati. ya, yang ingin mendapatkan pengakuan diri sebagai manusia saya kira bukan cuma candil dan kawan-kawannya. karyawan pt pasti menginginkan hal serupa. untuk menganggap manusia itu sebenarnya mudah kok. contohnya memberikan senyuman ketika bertemu sesama mahluk tuhan, membayarkan upah karyawan sesuai hak yang harus diterimanya, dan tentu saja menyediakan fasilitas lebih manusiawi di halte bus karyawan tadi.

semoga saja keterangan dari pengelola bus karyawan yang mengatakan bus ini masih baru dan masih dalam penjajakan dan pengenalan kepada karyawan-karyawan yang ada di Batam sehingga semua masih dalam tahap perbaikan ada benarnya. sebab masih ada harapan jika nanti sistemnya sudah jalan karyawan bisa tersenyum saat menunggu bus. mau hujan, hujanlah. mau panas, panaslah. kan ada atapnya..... semoga.

penasaran? lanjut....

Friday, June 6, 2008

mengapa kursus laku?

seorang teman pemilik sebuah lembaga pendidikan luar sekolah semalam bertandang ke rumah. dari sekadar ingin minta dibuatkan brosur, akhirnya perbincangan merembet ke soal tempat kursus yang menurutnya tak pernah sepi. jika sampai kalimat ini anda berpikir, syukur anak-anak batam sudah mulai berpikiran maju, mau ikut kursus, saya mohon (entah sejak kapan saya lebih suka menggunakan kata saya dibandingkan aku) jangan dulu dilontarkan. karena....

kata temanku tadi, yang lulus sebuah ikip di yogyakarta, banyak anak-anak ikut kursus karena ingin mengerjakan pekerjaan rumahnya di tempat kursus. guru tempat dia kursus tentu merasa punya kewajiban membantu tugas muridnya, meskipun yang memberi pr guru di sekolah, bukan dia. murid kurus membayar, guru kursus dibayar. talian yang sederhana namun bisa membuat orangtua siswa kelimpungan.

"kalau guru kursusnya mengajari bagaimana mencari jawaban lewat prosesnya sih tak apa-apa. yang terjadi (tentu saja tidak semuanya) guru kursus langsung mengerjakan pr sekolah tadi tanpa mengajarkan bagaimana cara mencarinya, yang penting muridnya merasa senang pr di sekolahnya sudah dikerjakan. ini kan bahaya. ketika di sekolah si anak harus menghadapi ulangan, ia tak akan tahu proses mencari jawaban dari soal yang diberikan," begitu kata kawan saya tadi.

(jujur saja, saya juga berpikir jangan-jangan temanku yang guru kursus ini juga begitu he he he)

penasaran? lanjut....

ya beginilah template pemberian | Elque 2007