Showing posts with label kepulauan riau. Show all posts
Showing posts with label kepulauan riau. Show all posts

Friday, January 4, 2008

oemar bakrie

aku masih ingat lagu ini "oemar bakrie ppegawai negeri, naik sepeda kumbang di jalan berlubang ...". sebuah lagu yang membawa kita mau tak mau membayangkan sosok seorang guru. sudahlah hanya punya sepeda kayuh kuno, pas kena lubang jalan ia harus terpental akibatnya standing dan terbang.

suatu siang, aku melintas di depan kantor dinas pendidikan kota batam di sekupang. kedua sisi jalan nyaris penuh dengan mobil. aku pikir pejabat dari mana tengah sidak. iseng-iseng aku tanya seorang guru yang baru keluar dari gerbang kantor dinas. kata dia guru-guru tengah ngurus surat apa aku lupa namanya. intinya untuk mendapatkan insentif harus menyerahkan berkas-berkas. iseng kutanya mobil siapa berderet.

"ya mobil guru, mas. memang kenapa?" tanya bu oemar bakrie tadi.

ah, jangan-jangan lagu oemar bakrie jarang kudengar di batam karena nasib oemar bakrie di pulau ini tak lagi pakai sepeda kumbang tetapi mobil dan pengharum aroma kembang di dalam. di jalan berlubang pun tak harus khawatir standing dan terbang tetapi tetap tenang melenggang. ah oemar bakrie ....

penasaran? lanjut....

Tuesday, January 1, 2008

renungan tahun baru

hari ini tanggal pertama bulan januari 2008. jalanan lengang. ratusan buruh pabrik yang begitu senang mendapatkan satu hari libur antre angkutan umum. sudah menjadi kebiasaan, setiap hari libur mereka mengadakan acara. paling tidak sebulan sekali, dan libur tahun baru seakan menjadi kewajiban bagi mereka untuk melancong. tahun baru, sudah berubahkan kehidupan buruh?

percayalah, diantara sekian buruh yang tampak tersenyum di pantai adalah kegalauan dan keperihan luar biasa. sekadar untuk melampiaskan kesedihan itu. ya siapa tahu bisa berkurang. perjuangan mendapatkan hak yang lebih baik belum juga terwujud. selamat tinggal umk 2007 rp860 ribu. dan selamat datang umk baru 2008 = rp 1.150.000, begitulah harapan para buruh. sayangnya jumlah tersebut mesti dipangkas orang-orang pintar hingga disetujui rp 960.000. ah, naik rp 100.000. sebelumnya usulan pengusaha rp 872.040 saja. begitulah buruh pabrik, sebelum menerima umk baru untuk pertama kali harga cabe sudah terlebih dahulu pedas, harga sbungkus garam dapur sudah asin terlebih dulu. bahkan harga mangga yang rasanya manis pun terasa pahit di lidah.

semalam, kulihat begitu marak acara tahun baru. di mal, di alun-alun pemkot batam, di pusat wisata dan tempat lain. artis ibukota menggeliat di atas panggung, mencium aroma batam yang gemerlap malam hari. menari, menyanyi di tingkah tepukan tangan warga yang asyik menatapnya. tatapan kekaguman, tatapan nafsu, tatapan penuh rasa iri mengutuk nasib diri mengapa harus manusia di atas panggung yang menjadi penyanyi. kontras. anak-anak band mengekspresikan diri dengan bergaya habis di atas panggung. mereka lupa, dua hari saat latihan menjelang manggung harus menyunat dikit duit sekolahnya.

pesta kembang api menandai pergantian tahun. pasti butuh puluhan juta untuk menyiapkan kembang api sesemarak itu. ciuuuuuut... dor! lalu percikan api berwarna warni dengan pongahnya membalas langit batam. pesta kembang api usai, hari ini tahun baru. namun si warga yang semalam mengajak anak istrinya begitu ceria di bawah keindahan kembang api kebingungan. ia lupa besok adalah hari pertama sekolah anaknya setelah libur sekitar 10 hari. harus ada uang transportasi, uang jajan. padahal beras di karung tinggal beberapa butir. ah, pesta yang indah dan kenyataan yang gundah. lihatlah si pengemis melongo menyaksikan kembang api. ia menggumam, "ah, seandainya yang berjatuhan dari langit itu kepingan 500-an perak, betapa bahagia hati hamba."

di beberapa gang warga asyik membakar ikan, daging ayam. baunya menusuk ketika terhirup lubang hidung. seperti mencium serbuk surgawi, melupakan sejenak apa yang tengah melanda. besok masih ada waktu untuk kembali mengais sampah, memilah barang yang bisa diuangkan. atau bisa juga merangkak ke jalan besar dan menadahkan tangan. tahun baru bagi pengemis, buruh pabrik, gelandangan, seniman jalanan masih sama dengan tahun baru-tahun baru yang sudah-sudah. tak ada yang berubah. atau nun jauh di pulau-pulau, warga pesisir tetap tenggelam dalam kesederhanaan di bawah lampu minyak tanah. selamat tahun baru, semoga ada yang bisa kita makan besok.....

penasaran? lanjut....

Monday, December 24, 2007

tukang rujak di pintu masjid

hari ini kebetulan libur kerja. dari pagi sudah berencana keliling-keliling kota, selain ingin menikmati panasnya batam dan berdebunya jejalanan (mungkin karena dari dulu batam begitu ya saya nikmati saja), juga lirak-lirik sana-sini, siapa tahu dapat bahan tulisan untuk blog ini.

cape deh! sampai dekat masjid raya batam, ada tukang rujak buah. nasi sudah, kerupuk sudah, diteriaki supir taksi karena motorku hampir nyenggol kendaraannya sudah, yang belum ya beli rujak. seporsi lima ribu perak. murah, banyak, pedas, bumbunya melimpah, enak, nikmat, silakan mampir kalau kebetulan lewat (hayo mas tukang rujak, sudah dipromosikan lho, besok kalau mampir gra.... ah malu). baru separo kunikmati rujakku, lha kok perutku berbisik, mas masuki es teler dong. kebetulan sekali, tukang es duduk dekat tukang rujak. ya sudah, pesan sekalian. lapar? mungkin! lha wong sudah dua jenis menu masuk lha lihat gerobak roti kok ya pingin juga. ah, mumpung ada ah, pikirku. satu potong roti pun masuk juga ke perut.

diam-diam aku pandangi tukang rujak, tukang roti dan tukang es. aku percaya, kalau si tukang rujak mau dia bisa sekalian jualan es atau roti. kalau roti kan tak harus masak sendiri, beli aja dari toko pembuat roti, dijual, ambil untung, beres. ketiganya rukun. dengan saja celoteh tukang rujak ketika tukang es tak mendengar supir bus pt dari seberang jalan memanggilnya sambil mengacungkan tiga jari tangan kanannya dari belakang kemudi. "tuh ada tiga pesanan es, makan tuh koran!" celoteh tukang rujak. buru-buru tukang es meletakkan koran yang dibacanya dan melayani pembeli.

sekitar 10 menit, datang seorang wanita. cantik. rupanya pesan rujak. sebelumnya ia pesan agar tak pakai buah apa, aku kurang dengar. mau nguping dikira sinting. karena banyak pesanan, pas membuatkan pesanan si mbak cantik tadi tukang rujak lupa. semua jenis buah dipotong. ternyata si mbak mengawasi dan langsung menegur si tukang rujak.

"makan itu rujak!" kali ini si tukang es balik menyerang. lalu semuanya tertawa, gembira. coba batam seperti ini semua, kalau bisa bersama-sama mengapa harus mencoba sendiri? sesekali perlu agaknya menyosialisasikan slogan itu. paling tidak untuk jenis usaha dan bidang yang sama. untuk hal lain, misalnya ujian sekolah ya jangan pakai slogan itu. wajib hukumnya melakukannya sendiri meskipun bisa keroyokan menjawab soal.

penasaran? lanjut....

Saturday, December 22, 2007

coba saja pakai komputer

coba saja nulisnya pakai komputer, tentu tinggal tekan tombol backspace atau delete agar menjadi kata yang tetap bermakna. nah, kalau seperti ini akibatnya, gimana? sayang juga, yang nulis malas memperbaikinya. mungkin komputernya lagi rusak*&+?><

penasaran? lanjut....

ingin nongol juga, ya?

sudah biasa di batam gadis-gadis dandan seksi, selain pusarnya tampak (maaf) payudara juga ingin ikut-ikutan nongol. ternyata ada yang tak mau kalah, ingin memamerkan bagian dalamnya.

penasaran? lanjut....

pahlawan di ujung kampung

coba anda lihat dengan cermat, apa ada yang berubah di batam? bukan, bukan jumlah penganggurannya yang semakin hari semakin menggunung. bukan juga aksi demo, itu sih sudah biasa. betul... nama jalan-jalan.

entah sejak kapan dipasang papan nama jalan yang terbuat dari tembaga dicat hijau dengan tulisan nama jalan kuning. aku sendiri baru menyadarinya pagi tadi. yah, paling tidak kalau ada yang nanya kita bisa jawab alamat kita lengkap dengan jalannya. salah satu nama jalan yang aku ingat betul adalah s parman. kalau kita nasionalis, pasti tahu itu nama salah satu pahlawan revolusi. kebetulan nama jalan ini letaknya di ujung kampung, antara mukakuning hingga pancur.

ya baguslah. paling tidak ada beberapa hasil dari pemasangan papan nama jalan tadi. pertama memudahkan pak pos mencari alamat surat, kedua mengingatkan lagi kepada warga batam bahwa mereka mempunyai pahlawan revolusi. tentu saja alasan ini tak bisa disamaratakan untuk nama jalan yang bukan nama pahlawan. nama jalannya sudah bagus, eit tetapi kok jalannya belum bagus juga, ya?

lubang jalan, bukan lubang berjalan. ah coba saja pemasangan papan nama jalan juga sekaligus perbaikan jalan, pasti lebih afdol. begitu?

penasaran? lanjut....

Saturday, July 7, 2007

jangan ingin mati di batam

bukan lantaran jauh dari keluarga yang masih hidup jika mati dikuburkan di batam. juga bukan karena kuburan bisa menjadi taman nan indah bagi pasangan mesum di batam yang merasa tak mendapatkan taman kota yang uenak untuk bercumbu.

menurut aku alasannya cuma satu, berat di ongkos. mari kita bicara angka-angka, ongkos mengantar jenazah dari rumah ke "rumah masa depan" untuk jarak sekitar 6 kilometer saja rp150 ribu, ongkos penggali lubang kubur untuk dewasa rp250 ribu untuk anak-anak lebih murah rp100 ribu; ongkos beli kafan, papan penutup lubang kubur dan nisan kayu rp350 ribu (mau nisan dari batu? harganya rp250 ribu sepasang).

mungkin anda berpikir cerdas, bagaimana kalau penggalian lubang kubur dilakukan sendiri oleh keluarga korban yang meninggal. ups nanti dulu, sebab yang beginian nih udah hak paten pengurus kuburan. dia pasti bilang gini, uang penggalian itu bukan semua untuk kami yang bahu-membahu menggali kubur, tetapi yang sekian persen untuk perawatan. biar kuburan keluarga saudara tidak banyak rumput, gak ada sampah dan sebagainya.

bagi taipan-taipan kaya, mungkin gak masalah. tetapi bagi pengojek, buruh pt yang hanya dikasih jatah 3 bulan aja menikmati gaji sebuah perusahaan atau pengangguran yang tiba-tiba sakit karena cuma mampu makan sehari sekali?

penasaran? lanjut....

Friday, June 29, 2007

cewek jorok? amit-amit

di sisi lain, ternyata kudapati juga pengumuman. isinya hampir sama, cuma yang ini lebih panjang dan kertasnya lebih "berharga" dikit dibanding di toilet cowok. apa memang ada sih cewek enggan mengguyur lobang toilet untuk membersihkan apa yang baru saja dikeluarkan? kalau ada, idih amit-amit, deh.

tetapi kalau tak benar-benar terjadi, kok pengelola pusat perbelanjaan ini kurang kerjaan ngasih pengumuman seperti itu. kalau memang benar juga, bisa menurunkan citra kaum hawa, dong. ibu kita kartini memang berjuang bagaimana emansipasi wanita dimengerti di negeri ini. ingin dianggap sama, lantas meniru kaum cowok yang jorok, tentu bukan emansipasi. tepatnya emang si sapi yang nggak pernah bersih-bersih usai buang barang yang tak bersih.

penasaran? lanjut....

ganteng tetapi jorok

selembar kertas karton ditempelkan di salah satu dinding toilet sebuah pusat perbelanjaan di batuaji. isinya menggelitik, dan hingga resleting celana kutarik ke atas tanda buang hataku usai masih ingin rasanya tersenyum.

aku sendiri nggak tahu, apakah toilet tersebut memang khusus buat cowok ngganteng. kalau iya betapa malunya. lagipula betapa malunya aku yang jelas-jelas tak masuk kategori orang ganteng berani-beraninya nyelonong masuk ke dalamnya. tetapi kayaknya lebih baik biasa saja tetapi menjaga kebersihan daripada ganteng tetapi jorok.

atau pengumuman sederhana bermakna dalam itu dipasang setelah batam mendapatkan adipura. maklum perjuangan untuk mendapatkan penghargaan ini tak mudah. himbauan dari pemerintah terus-menerus dilakukan, iklan ajakan menjaga kebersihan bertebaran di sejumlah tepat, bahkan lokasi terkotor mendapatkan bendera hitam sebagai tandanya.

penasaran? lanjut....

ya beginilah template pemberian | Elque 2007