Showing posts with label lingkungan. Show all posts
Showing posts with label lingkungan. Show all posts

Thursday, January 17, 2008

kenapa harus laut?

anda seorang ibu yang saat ini memiliki anak gadis yang tengah bekerja di batam? setiap kali anda bertanya lewat hape kemana liburan dan anak gadis anda menjawab ke laut? jangan panik, belum tentu anak gadis anda tengah berpikirn untuk mengakhiri hidup dengan jalan menceburkan diri ke laut.

maaf, batam memang gemerlap di luar. kota industri yang maju. slogannya juga sebagai bandar dunia yang madani (meski kenyataannya medeni = menakutkan). lokomotif perekonomian nasional dan masih banyak sebutan. liburan dan laut adalah sebuah kesatuan. ya, untuk berlibur ke batam hanya ada sedikit pilihan, kalau tak ke pantai nongsa point marina, waterfront city marina, melur di galang, jembatan satu barelang, pantai sekilak, tanjung memban atau cukup ke dam duringkang. he he he, semuanya wisata air.

aku percaya, ribuan kepala warga batam pusing memikirkan kemana akan berlibur. minggu kemarin ke laut, minggu ini ke laut, masak minggu depan juga harus ke laut? tentu ini berkaitan dengan liburan orang kecil. bagi tuan-tuan yang berkantong tebal, bisa menyeberang ke malaysia dan singapura. tetapi buruh pabrik? penyapu jalan? pengemis dan gelandangan? jangankan ke negara tetangga, untuk pergi ke tempat wisata laut pun golongan ini harus berpikir berkali-kali lipat. nggak gratis pergi ke sana.

penasaran? lanjut....

Saturday, December 22, 2007

sampah... lagi

batam? ya barang bekasnya, ya pelacurnya yang lari dari kota lain karena tak mampu bersaing. iseng-iseng berhadiahlah, mumpung dekat dengan singapura siapa tahu ada apek tertarik. lumayan.

melengkapi barang bekas tadi, aku sempat tertegun ketika melintasi jalan raya batam. kok masih ada yang iseng melemparkan sampahnya ke tepi jalan. berani taruhan, yang ini pasti bukan iseng-iseng berhadiah seperti yang dilakukan para pelacur batam. mana ada sih yang mau ngasih hadiah pelempar sampah di tepi jalan. memang sih, sampahnya dimasukkan plastik. tetapi sekali sampah tetap sampah, dengan catatan tentu saja masih di tepi jalan. kalau sudah pindah tempat bisa lain cerita, bisa jadi makanan ternak atau didaur ulang.

mungkin juga si pelempar berpikir, masalah sampah kan ada yang menanganinya. sebagai warga yang sudah membayar pajak tentu nggak salah dong merasakan pelayanan dinas terkait. begitukah? entah, yang jelas sangat tak sedap di mata. apalagi sampahnya sudah lama, bukan cuma mata sepet tetapi bulu-bulu hidung harus bekerja keras untuk menyaring udara yang masuk. sekali saja bau dari sampah tadi menerobos, yakinlah pemilik hidung akan menggerutu.

penasaran? lanjut....

Friday, August 24, 2007

lebih sulit mempertahankan

piala adipura yang tahun ini diraih batam bukan berarti pelosok-pelosoknya bersih. itulah yang selalu marak ditanyakan warga, baik melalui surat pembaca, interasi di radio atau juga perbincangan kedai kopi.

penilaian adipura hanya pada titik-titik tertentu. toh begitu, agaknya warga belum juga tergelitik untuk sekadar membersihkan got depan rumahnya. apalagi got di jalanan. lebih suka mengganti uang daripada ikut kerja bakti, benar, nggak? foto ini saya dapatkan dari depan sebuah sekolah cukup punya nama di batam. sebenarnya dua minggu lalu saya lihat, nah kemarin kembali saya lihat kok sampah yang ada belum dibersihkan. saat ini hujan lagi senang-senangnya diguyur hujan.

yang pasti, kita, warga batam, masih ingin mendekap erat piala adipura tahun mendatang. pertanyaannya, bisakah kita mempertahankannya bila budaya kotor masih menjadi bagian dari diri kita? asal tahu saja, jika ingin mempertahankan titik penilaian akan ditambah.

penasaran? lanjut....

ya beginilah template pemberian | Elque 2007