Monday, December 24, 2007

tukang rujak di pintu masjid

hari ini kebetulan libur kerja. dari pagi sudah berencana keliling-keliling kota, selain ingin menikmati panasnya batam dan berdebunya jejalanan (mungkin karena dari dulu batam begitu ya saya nikmati saja), juga lirak-lirik sana-sini, siapa tahu dapat bahan tulisan untuk blog ini.

cape deh! sampai dekat masjid raya batam, ada tukang rujak buah. nasi sudah, kerupuk sudah, diteriaki supir taksi karena motorku hampir nyenggol kendaraannya sudah, yang belum ya beli rujak. seporsi lima ribu perak. murah, banyak, pedas, bumbunya melimpah, enak, nikmat, silakan mampir kalau kebetulan lewat (hayo mas tukang rujak, sudah dipromosikan lho, besok kalau mampir gra.... ah malu). baru separo kunikmati rujakku, lha kok perutku berbisik, mas masuki es teler dong. kebetulan sekali, tukang es duduk dekat tukang rujak. ya sudah, pesan sekalian. lapar? mungkin! lha wong sudah dua jenis menu masuk lha lihat gerobak roti kok ya pingin juga. ah, mumpung ada ah, pikirku. satu potong roti pun masuk juga ke perut.

diam-diam aku pandangi tukang rujak, tukang roti dan tukang es. aku percaya, kalau si tukang rujak mau dia bisa sekalian jualan es atau roti. kalau roti kan tak harus masak sendiri, beli aja dari toko pembuat roti, dijual, ambil untung, beres. ketiganya rukun. dengan saja celoteh tukang rujak ketika tukang es tak mendengar supir bus pt dari seberang jalan memanggilnya sambil mengacungkan tiga jari tangan kanannya dari belakang kemudi. "tuh ada tiga pesanan es, makan tuh koran!" celoteh tukang rujak. buru-buru tukang es meletakkan koran yang dibacanya dan melayani pembeli.

sekitar 10 menit, datang seorang wanita. cantik. rupanya pesan rujak. sebelumnya ia pesan agar tak pakai buah apa, aku kurang dengar. mau nguping dikira sinting. karena banyak pesanan, pas membuatkan pesanan si mbak cantik tadi tukang rujak lupa. semua jenis buah dipotong. ternyata si mbak mengawasi dan langsung menegur si tukang rujak.

"makan itu rujak!" kali ini si tukang es balik menyerang. lalu semuanya tertawa, gembira. coba batam seperti ini semua, kalau bisa bersama-sama mengapa harus mencoba sendiri? sesekali perlu agaknya menyosialisasikan slogan itu. paling tidak untuk jenis usaha dan bidang yang sama. untuk hal lain, misalnya ujian sekolah ya jangan pakai slogan itu. wajib hukumnya melakukannya sendiri meskipun bisa keroyokan menjawab soal.

1 comment:

Anonymous said...

People talk about the need to reform Islam. Now you can stop talking and start helping.

With the help of our readers we went through the Koran and removed every verse that we believe did not come from Allah, the Most Merciful, the Most Compassionate. We would like to publish Reform Koran in as many languages as possible. If you could help with translation, editing, or distribution of the Reform Koran, please email us at koran-AT-reformislam.org.

In Memoriam of Aqsa Parvez.

http://www.reformislam.org/reform.php

ya beginilah template pemberian | Elque 2007